Cerita Seks Selingkuh Bersama Adik Ipar

Minggu, April 3rd, 2016 - Cerita Seks Selingkuh
itil benefits

Cerita Seks Selingkuh Bersama Adik Ipar – Saat aku tidur merasakan gerayangan, aku melihat Afif dalam posisi jongkong disampingku dengan tangannya mengusap usapkan ke bawah baju tidurku yang tipis aku terkejut setengah mati bahwa Afifi bisa masuk dalam kamar dan tidur disampingku, padahal disampingku ada suamiku yang tidurnya membelakangiku. Kutepiskan tangannya dan aku berbisik.

Cerita Seks Selingkuh Bersama Adik Ipar

Cerita Seks Selingkuh Bersama Adik Ipar

“Jangan gila, Fif. Kalo ketahuan abangmu, aku bisa jadi janda beneran”

Tapi yang kulihat Afif hanya senyum² saja, malah sekarang tangannya mulai meraba² pahaku.
Aku memang ‘selingkuh’ dengan adik iparku. Tapi hanya sebatas pada permainan seks. Aku tak pernah punya perasaan padanya. Tapi aku tidak bisa menolak tongkat ajaib dibalik boxernya. Nikmatnya lain dari kepunyaan suamiku.

Mungkin bagi sebagian sobat mania cerita dewasa nafsu birahi, sudah membaca bagaimana pertama kali aku ‘selingkuh’ dengan adik iparku.

Biasanya aku bercinta dengan Afif saat Vian , suamiku, tidak ada. Tapi kali ini Afif benar² gila. Tengah malam begini dia masuk ke kamarku dan menggerayangi aku yang sedang tidur di samping suamiku.

Aku juga heran bagaimana Afif bisa masuk karena biasanya aku selalu mengunci pintu kamar saat akan tidur. Ini kulakukan karna aku malas berpakaian setelah bercinta dengan Vian dan Vian pun tahu sifatku.

Dia selalu membiarkanku tidur telanjang. Malam ini, setelah adu mulut dengan suamiku, acara bercinta pun terkorbankan. Masalah sepele akhirnya membuatnya tidur membelakangiku. Aku yang merasa tidak bersalah jg tak mau kalah. Aku tidak akan minta maaf.

Entah berapa lama aku tidur sampai aku terbangun saat Afif menggerayangi tubuhku. Sedikit memaksa, aku menariknya keluar dari kamar. Aku meninggalkannya di luar kamar dan berbalik masuk tanpa suara.

Takut Vian terbangun. Pintu kamar kukunci dan aku mengeceknya sampai ² kali, kemudian aku kembali berbaring di samping Vian. Mencoba U/ tidur lagi ternyata tidak gampang. Rasanya sentuhan tangan Afif tak mau lepas dari pikiranku.

Jelas² membuatku horny, apalagi kalau membayangkan sesuatu dibalik boxer ketatnya itu. Ahh.. Aku terangsang. Tapi aku gengsi kalau harus minta ke Vian . Nekat karna sudah terangsang, pelan² sekali aku bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamarku. Lalu aku masuk ke kamar Afif yang letaknya persis di sebelah kamarku. Afif tersenyum nakal padaku.

“Akhirnya…………”

Sengaja digantung kata²nya.

“Kok nekat gitu sih tadi? Gimana caranya Fif masuk? Perasaan tadi aku mengunci pintu kamar kok.”

“Ada deh..”

“Jawab dulu.”

“Oh.. Jadi Yuniar kesini cuman buat tanya² toh? Kirain buat ini..” sambil mengelus² penisnya.
Jujur saja, aku lebih memilih untuk tidak perlu tahu alasannya mengapa masuk ke kamarku daripada harus kehilangan momen bercinta dengan Afif. Toh, Vian jg tidak tahu Afif masuk ke kamar kami.

“Kok bengong sih?”

Memang aku belum sempat menjawab apa². Aku naik ke tempat tidur Afif dan mengelus Kontol nya yang sudah tegak dan keras.

“Memang untuk ini, tapi kalo bonus jawaban dari pertanyaanku tadi, lebih bagus lagi.”
Afif tertawa lumayan keras. Tanpa pikir panjang aku bungkam mulutnya dengan bibirku. Bisa gawat kalo Vian bangun.

Afif memang kurang jago bermain lidah, tapi kekurangannya itu tertutupi dengan pusaka miliknya yang lebih besar dan panjang dari kepunyaan Vian . Sambil berciuman tangan Afif sudah menyusup ke balik baju tidurku.

Payudara ku diremas² dengan penuh nafsu. Aku juga beraksi, tanganku langsung masuk ke celana boxernya dan menggenggam Kontol nya yang besar dan hangat. Pelan² aku mengocoknya. Tiba² Afif melepas ciumannya. Aku pikir dia akan mempelorotkan boxernya dan menyuruhku meng-oralnya. Tapi ternyata aku salah.

“Yuk, pindah ke kamarmu. Vian pasti udah nunggu”

Aku terrbengong. Masi dalam keadaan bingung, Afif menarik tanganku keluar dari kamarnya dan masuk ke kamarku. Dan benar, Vian sudah bangun dan duduk di tepi ranjang. Aku speechless. Afif mengunci pintu kamar dan membimbingku ke tempat tidur, sementara Vian hanya melihat.

Tidak ada sorot marah atau kecewa dari matanya. Ini yang membuatku semakin bingung. Aku hanya bisa menurut, ditarik bahkan saat Afif membaringkan aku di tempat tidur. Lalu Afif melepas baju tidurku dengan tenang.

Aku melihat ke arah Vian , tapi Vian masi tenang² saja. Aku bisa gila dibuat keadaan ini. Nampaknya Vian memang sudah tahu kalo aku dan Afif sudah pernah bercinta. Pikiranku masi melayang² saat Afif memainkan lidahnya di Memek ku. Terkejut dan berusaha bangkit, ternyata Vian buka suara.

“Yuniar tiduran aja.”

Hah? Tak salah dengar? Vian menyuruhku tiduran dan membiarkan lidah Afif menjilati Memek ku. Lalu Vian yang membaringkan aku karena aku tidak bergerak sama sekali saat Vian menyuruhku tiduran.

“Lanjutkan kerjaanmu, Fif” kata Vian.

Lalu Vian mencium bibirku. Sementara bibir di pangkal pahaku dijilat dan dihisap² oleh Afif. Ternyata abang beradik ini mengerjaiku. Rasa penasaranku hilang ditelan kenikmatan yang aku rasakan. Vian melepas ciumannya dan membiarkan mendesah².

Afif masi menjilati Memek ku yang makin basah. Air liurnya bercampur dengan cairan pelumasku. Kini Vian duduk di tepi ranjang memperhatikan aku dan Afif.

Aku yang sudah terangsang hebat menggesek²kan jariku ke ujung toket gede ku yang keras. Afif berdiri dan melepas boxernya. Nampak Kontol nya yang panjang dan besar berdiri tegak. Pelan² Afif memasukkan Kontol nya ke Memek ku.

Aku merasakan sensasi kenikmatan baru. Rasa aneh tapi enak sekali saat Afif mendorong masuk Kontol nya disaksikan oleh Vian suamiku.

Afif mulai bekerja, mengoyang pantatnya maju mundur. Kontolnya menggaruk² dinding Memek ku. Hanya ada satu kata yang bisa mendeskripsikan keadaan ini : Nikmat!!!! Aku mulai berani beraksi. Menggoyangkan pinggulku seirama goyangan Afif.

Tak lama Afif mencabut Kontol nya, dan berganti ke posisi Doggy Style. Posisi ini yang paling disukai Afif. Aku menikmati setiap goyangan Afif. Diam² aku melirik Vian . Vian ternyata juga terangsang.

Kontol nya dikeluarkan dari celananya dan dikocok. Tusukan Kontol Afif makin kuat makin liar. Aku juga hampir mencapai orgasme. Afif makin menggila, menggoyang Kontol nya makin cepat. Pahanya dan pantatku yang beradu juga menimbulkan bunyi.

Aku orgasme menerima rangsangan begitu nikamat dari Kontol Afif, sementara Afif masi berusaha mencapai kenikmatannya. Vian juga mengocok makin cepat melihat acara live yang disuguhkan aku dan adiknya.

Tiba² Afif mencabut Kontol nya dan menembakkan spermanya ke punggungku. Setelah isi Kontol nya dikeluarkan semua, aku berbalik dan mengulum Kontol nya. Membersihkan sisa² sperma di ujung kepala Kontol nya. Tiba² Vian memelukku dari belakang. “Giliranku, sayang”

Lalu aku berbaring dan membuka kakiku lebar² utk jalan masuk Kontol Vian . Afif sekarang sudah memakai kembali boxernya dan mendekatiku. Bersamaan dengan masuknya Kontol Vian ke Memek ku, Afif mendaratkan bibirnya ke toket ku.

Aku digenjot suamiku dan payudaraku disedot adik iparku. Aku hanya bisa mendesah nikmat. Vian yang sedari dari sudah mengocok Kontol nya tidak butuh waktu yang lam utk mencapai titik nikmatnya.

Vian menyemprotkan spermanya ke dalam Memek ku lalu mencabut Kontol nya dan lanjut meng-oralku karna dia tahu aku belum sempar orgasme dengannya. Vian memang lebih lihai memainkan lidahnya dibandingkan Afif.

Vian menjilat² dan menyedot² Memek ku sampai akhirnya aku orgasme. Kelelahan digarap abang beradik ini aku tertidur pulas tak berapa lama setelah permainan panas ini usai.

Keesokan paginya aku baru mendapat jawaban dari rasa penasaranku. Ternyata Vian yang meminta Afif memberiku kenikmatan. Vian yang membuka pintu utk Afif dan ternyata saat dinas beberapa waktu yang lalu

Saat pertama kali aku bercinta dengan Afif, itu juga atas permintaan Vian . Vian tahu aku tipe hypersex dan takkan tahan ditinggal tanpa sex. Maka Vian ‘menugaskan’ Afif utk menggantikan posisinya saat dia dinas keluar kota.

itil practitioneritil help desk
Cerita Seks Selingkuh Bersama Adik Ipar
by : | 5